JENIS-JENIS TES MINAT ( INTEREST TEST )

Tes minat (interst test ) merupakan jenis instrumen tes yang digunakan dalam melakukan penilaian terhadap minat individu dalam berbagai jenis kegiatan (Chaplin, 2000). Sebagian besar dari inventori minat dirancang untuk menaksir minat individu dalam berbagai bidang pekerjaan. Sejumlah inventori juga memberikan analisis minat dalam kurikulum pendidikan atau bidang studi, yang pada gilirannya terkait dengan keputusan karir. Adapun jenis-jenis tes minat ini adalah sebagai berikut:
*        Strong Interest Inventory (SII)
*        Self Directed Search (SDS)
*        Jackson Vocational Interest Survei (JVIS)
*        Career Assesment Inventory (CAI)
*        Kuder
*        Rothwell Miller Interest Blank (RMIB)

A.SII (Strong Interest Inventory)
Pertama kali diterbitkan pada tahun 1927, dengan nama Strong Vocatinal Interest Blank (SVIB). SII pertama dirumuskan oleh E.K. Strong.Jr., ketika sementara menghadiri seminar pascasarjana pada tahun 1919-1920. SII dewasa ini terdiri dari 317 butir soal yang dikelompokkan dalam delapan bagian. Dalam kelima bagian pertama, responden mencatat preferensinya dengan membuat tanda S, TT, TS, untuk mengindikasikan ”Suka”, ”Tidak Tahu”, ”Tidak Suka”. Butir-butir soal dalam lima bagian ini masuk dalam kategori-kategori berikut; pekerjaan, mata pelajaran sekolah, aktivitas (Misalnya, membuat pidato, memperbaiki jam atau mencari dana untuk kegiatan amal), aktivitas waktu luang, dan kontak sehari-hari dengan berbagai jenis orang (misalnya, orang yang amat tua, perwira atau orang yang hidupnya dekat bahaya). Dua bagian tambahan meminta responden menyatakan pilihan diantara aktivitas-aktivitas pasangan, misalnya berurusan dengan barang versus berurusan dengan orang dan antara semua pasangan yang mungkin dari empat butir soal dari dunia kerja yaitu gagasan, data, barang dan orang. Pada akhirnya, satu bagian inventori meminta responden untuk memberi tanda pada satu rangkaian pernyataan yang menggambarkan diri sendiri ”Ya”, ”Tidak”, atau ”?”.
                Strong bisa diskor oleh komputer, pada pusat-pusat skoring yang ditunjuk oleh penerbit atau dengan penggunaan perangkat lunak yang tersedia dari penerbit dalam berbagai pilihan. Ada tiga tingkat skor yang berbeda dalam keleluasaannya. Yang paling luas dan paling komprehensif adalah enam skor General Occupational Theme; subdivisi selanjutnya meliputi 25 Basic Interest Scales; dan tingkat yang paling spesifik menyediakan 211 Skala Pekerjaan yang tersedia. Disamping hal-hal ini, Form T317 dari Strong menghasilkan skor-skor pada empat Skala Gaya Pribadi yang menaksir dalam Gaya Pekerjaan, Lingkungan Belajar, Gaya Kepemimpinan, dan Pengambilan Resiko/Petualangan.
                Klasifikasi SII atas minat pekerjaan diturunkan dari model teoretis yang dikembangakan oleh John Holland (1966,1985/1992) dan didukung oleh riset ekstensif, baik oleh Holland maupun peneliti-peneliti independen lainnya. General Occupational Themes yang diidentifikasi ooleh model Holland ditandai dengan (R) Realistis, (I) Investigatif, (A) Artistik, (S) Sosial, (E) Kewirausahaan (Enterprising), dan (C) Konvensional. Masing-masing tema mencirikan tidak hanya tipe orang, tetapi juga tipe lingkungan kerja yang oleh orang tersebut dirasakan paling menyenangkan. Menurut Holland, orang-orang tidak digolongkan secara ketat kedalam salah satu dari tipe-tipe utama, melainkan mereka dicirikan oleh kadar kemiripan satu tipe dengan tipe lainnya. Dengan demikian, kombinasi tipe semacam ini, yang ditata oleh kadar kemiripan, menyediakan banyak pola atau ”kode” untuk mendeskripsikan berbagai perbedaan individu yang luas.
B.Self Directed Search (SDS)
Instrumen ini dikembangkan oleh J.L Holland, sebagai instrumen konseling pekerjaan yang bisa dilaksanakan sendiri, diskor sendiri, dan diinterpretasikan sendiri. Individu mengisi Booklet Penaksiran-Diri, menskor respon, dan menghitung enam skor rangkuman yang berhubungan dengan tema model Holland (Realistis, Investigatif, Artistik, Sosial, Bersifat Wirausaha, dan Konvensional). Ketiga skor rangkuman tertinggi rangkuman tertinggi digunakan untuk menemukan kode berhuruf tiga. Sebuah skor pendamping, Penemu Pekerjaan, digunakan unutk menemukan pekerjaan diantara 1355 pekerjaan yang kodenya cocok dengan kode rangkuman responden.
Meskipun SDS dirancang untuk bersifat bisa menemukan skor sendiri, buku panduannya merekomendasikan pengawasan tertentu dan pemeriksaan skor. Sebuah studi atas 107 individu yang diseleksi secara acak dari berbagai usia yang mengikuti edisi SDS yang sekarang ada menunjukkan bahwa 7,5% lebih, telah menarik kode yang memuat atau transposisi yang tidak tepat (Holland, Powell & Frizche, 1994).
Validitas konkuren dan efisiensi prediktif SDS naik-turun tergantung pada susunan sampel-sampel dalam kaitan dengan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan tipe-tipe distribusi.

C.Jackson Vocational Interest Survei (JVIS)
JVIS diseleksi untuk mendapat perhatian khusus — pertama, karena JVIS merupakan contoh dari prosedur penyusunan tes canggih dan kedua, karena dalam berbagai aspek ,pendekatannya berlawanan secara tajam dengan diikuti dalam SII. Inventori ini menggunakan area minat yang luas dalam pengembangan butir soal  dan sistem penentuan skor. Dalam inventori Strong, sebagian butir soal adalah butir soal Suka, Acuh Tak Acuh, atau Tidak Suka yang ditandai secara terpisah oleh responden. Selain itu, butir soal Inventori Strong meruapakan butir soal bertipe pilihan-terbatas.
Sebagaimana dalam pengembangan Personality Research Form dan Jackson Personality Inventory, langkah pertama dalam pengembangan JVIS adalah merumuskan konstruk-konstruk atau dimensi-dimensi yang harus diukur. Ada dua jenis dimensi, yaitu dipilih berdasarkan penelitian yang dipublikasikan tentang psikologi kerja, dan analisis faktor serta klasifikasi rasional atas butir soal minat pekerjaan. Salah satunya dirumuskan yang berkaitan dengan peran kerja (berhubunga dengan pekerjaan atau yang dilakukan seseorang pada pekerjaan) dan dengan gaya kerja (merujuk pada preferensi-preferensi untuk lingkungan kerja atau situasi dimana perilaku tertentu diharapkan).
Bentuk final JVIS memuat 34 skala minat dasar, yang mencakup 26 peran kerja dan 8 gaya kerja. Inventori ini dirancang agar dapat diterapkan pada kedua jenis kelamin, meskipun tersedia norma-norma persentil terpisah untuk sub-sub kelompok wanita dan pria.  JVIS bisa diberi skor secara manual dengan cepat dan mudah untuk 34 skala. Akan tetapi, pilihan-pilihan penentuan skor berbasis komputer yang ada menggunakan nrma-norma paling baru dan menyediakan berbagai analisis skor tambahan entah dalam laporan naratif lebih luas yang baru direvisi. Misalnya, laporan-laporan berbasis komputer mencakup skor-skor yang diturunkan dari analisis faktor atas 34 skala minat dasar. Skor-skor ini yang dibuat menurut model  enam tema Holland, mencakup 10 Tema Pekerjaan Umum: Ekspresif, Logis, Bersifat Menyelidik, Praktis, Tegas, Sosial, Bersifat Membantu, Konvensional, Bersifat Wirausaha, dan Komunikatif.
Sejumlah peninjau telah mengemukakan bahwa perumusan JVIS mungkin terlalu canggih bagi siswa sekolah menengah (D.T.Brown,1989;J.W.Shepard,1989).
D.Career Assesment Inventory (CAI)
Sekarang tersedia dua versi CAI, yaitu The Vocational Version (VV) dan The Enhanced Version (EV). Deskripsi dalam bagian ini adalah VV. Meskipun EV sangat serupa dalam struktur, adalah instrument yang sama sekali terpisah (Johannson,1986) yang dapat diterapkam  pada banyak dan rentang pekerjaan yang len\bih luas, mencakup banyak yang memerlukan pendidikan lewat sekolah menengah.
CAI pertama kali dikeluarkan pada tahun 1975, CAI (Johannson,1984) secara dekat mengikuti pola inventori Strong. Akan tetapi, berbeda dari kebanyakan unventori minat, CAI dirancang secara khusus untuk para pencari karir yang tidak memerlukan pendidikan universitas selama empat tahun atau pelatihan profesional lebih jauh. CAI berfokus pada pekerjaan yang melibatkan keterampilan, pekerjaan teknis, dan pekerjaan jasa.
Contoh dari skala-skala pekerjaan yang sekarang tersedia antara lain montir pesawat, petugas kesehatan gigi, petugas kafetaria, programer komputer, dan perawat terdaftar. Ke-305 butir soal inventori dikelompokkan dibawah tiga kategori isi yaitu aktivitas, mata pelajaran dan pekerjaan. Masing-masing butir menyediakan lima pilihan respons, dari ”sangat suka” sampai ”sangat tak suka”. Ditulis untuk tingkat membaca kelas 6, CAI juga bisa digunakan pada orang-orang dewasa yang memiliki keterampilan membaca yang buruk. Seperti inventori Strong, CAI menyediakan skor pada tiga tipe skala utama, termasuk 6 skala Tema Umum Holland, 22 skala Bidang Minat Dasar homogen, dan 91 skala pekerjaan. Indeks administratif dan empat akala non-pekerjaan juga termasuk didalamnya. Semua pengumpulan data dan analisis statistik dijalankan secara terpisah dari inventori ini. Kecuali skala Tema Umum, skala-skala tertentu yang dikembangkan dalam masing-masing kategori ini adalah khusus untuk CAI.
E.Kuder
Inventori ini dikembangkan oleh George Frederick Kuder. Tes ini terdiri dari sebuah buku yang berisi pertanyaan-pertanyaan dan sebuah lembar jawaban. Bentuk pertanyaannya adalah Forced –Choice responding dan Homogeneous Vocational Preference Scales, dimana setiap pertanyaan terdiri dari tiga pilihan jawaban. Jumlah total pertanyaan adalah 168 pertanyaan. Tes ini dapat disajikan baik secara individual maupun klasikal dan waktu penyajiannya tidak dibatasi, tetapi biasanya dapat diselesaikan selama 40-60 menit. Tes ini tersedia dalam 3 format, yaitu:
1.Versi Pencil and Paper yang dinilai dan diprofil oleh testee sendiri.
Versi penilaian sendiri menggunakan Step-down page dengan alas jawaban Multipart carbon dan mencakup profil untuk catatan hasil, dengan beberapa halaman dari interpretasi kata-kata. Tes ini ditempatkan pada Kuder Form C.
2.Versi Pencil and Paper yang dikembalikan kepada penerbit untuk dinilai.
Format ini dinilai dan dilaporkan oleh NCASI dalam 24 jam setelah menerima survey dengan lengkap. Lembar jawaban dengan lima jawaban yang salah menerima catatan pada lembar laporan, tetapi lembar jawaban dengan lebih dai lima jawaban akan dikembalikan untuk perbaikan.
3.Internet-Based Inventory, yang merupakan komponen dari Kuder Career Planning System.
Administrasi melalui internet-based tersedia dalam bahasa Inggris atau Spanyol melalui website www.kuder.com.format ini memberikan administrasi error-free (program jawaban tidak akan menerima jawaban yang salah), dan tersedia 24 jam sehari, yang dinilai seketika itu juga dari beberapa lokasi: rumah, sekolah atau kantor.
Tes Kuder bertujuan agar dapat digunakan sebagai bahan interpretasi diri terhadap minat-minat yang ada dalam diri individu, sebagai penentu minat yang akan dikembangkan dimasa datang, sebagai tolak ukur untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki, dan dapat mengetahui kesamaan pilihan dengan individu lainnya yang mempunyai aspek yang berbeda.
Penilaian pada tes Kuder ini dapat dipakai untuk usia remaja sampai dewasa. Hasil penilaian minat secara khusus makin reliabel dengan bertambahnya usia. Relianilitas yang rendah pada usia remaja disarankan agar tes Kuder tidak dengan mudah memilih tujuan karir, sebaliknya tes ini lebih baik digunakan unutk mendukung pengembangan konsep diri, untuk menekankan keguanaan perencanaan karir, untuk mendukung petunjuk pada eksplorasi dan keputusan karir, dan mungkin untuk memprioritaskan enam karir utama.
Dalam skoring, tes ini berpatokan pada Verifikasi (V) sebagai suatu set kejujuran dan kecermatan dalam memberikan jawaban. Hal ini berkait dengan tes minat sebagai sarana pengukuran kemampuan non-kognitif yang memiliki kelemahan yang sukar dihindari,  berupa kemungkinan subjek memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan dirinya, namun merupakan jawaban yag dikehendaki oleh orang lain misalnya ketika individu lain yang melakukan tes yang seharusnya dilakukan sendiri.
Skor verifikasi maksimal 44— atau lebih tepatnya 38-44—, jadi jika jumlahnya kurang atau lebih maka skor apada subtes lainnya patut diragukan. Hal ini dapat dicek dan dicari sebabnya:
1)     Jika skor V lebih dari 44 berarti ada yang salah dalam mengisi jawaban, yakni kelebihan tanda silang.
2)     Jika skor V antara 33-37  berarti subjek memberikan tanda silang secara sembrono atau subjek tidak jujur dalam memberikan jawaban, namun terdapat pula kemungkinan bahwa pilihan subjek sedemikian spesifik, sehingga subjek dapat digolongkan dalam golongan individu dengan pola minat yang menyimpang.
3)     Jika skor V kurang dari 32 atau sama dengan 32 berarti subjek memberikan tanda silang terlalu sedikit, oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan ulang pada 2 hal, yakni:
1      Apakah subjek beanr-benar memahami petunjuk cara mengerjakan test.
2      Apakah subjek mengalami kesalahan dalam memahami kata, istilah ataupun kalimat pada tes minat.
Tes minat Kuder pada awalnya adalah Kuder Preference Record-Vocational. Pertama, Kuder manggunakan butir-butir soal tiga serangkai pilihan-terbatas, dengan responden mengindikasikan yang mana dari tiga kegiatan itu yang paling disukai dan mana yang paling kurang disukai. Kedua, skor-sor diperoleh tidak untuk pekerjaan tertentu, melainkan untuk 10 bidang minat yang luas, yaitu Diluar Ruangan, Mekanis, Pekerjaan, Ilmiah, Persuasif, Artistik, Sastra, Musik, Kerja Sosial dan Administrasi. Butir-butir soal untuk masing-masing skala dirumuskan dan secara tentatif  dikelompokkan atas dasar validitas isi, seleksi butir soal final didasarkan pada konsistensi internal dan korelasi rendah dengan skala-skala lainnya.
Tes minat Kuder ini dapat digunakan pada tingkat umur yang berbeda, yaitu:
*        Kuder General Interest Survey (KGIS)
KGIS dikembangkan kemudian sebagai revisi dan perluasan kebawah dari Kuder Preference Record-Vocational. KGIS didesain untuk anak-anak usia 6 sampai 12 tahun dengan bahasa yang sederhana yang menghabiskan waktu selama 45-60 menit untuk diselesaikan dan terdiri atas 168 kelompok pernyataan yang menjelaskan beragam aktivitas mana yang paling disukai dan mana yang kurang disukai.
Dalam pengembangannya tes ini telah menggunakan norma gender agar bias yang terjadi pada hasil tes antara laki-laki dan perempuan dapat dikurangi, dan norma pemisahan dibagi dalam 4 kelompok respon yakni anak laki-laki dan perempuan pada umur 6-8 tahun dan pada umu 9-12 tahun. Hasil tes minat dapat membantu membedakan perbedaan minat jelas yang terjadi antara laki-laki dan perempuan, dimana anak laki-laki memiliki skor rata-rata tertinggi dibidang mekanik, perhitungan, persuasif, dan ilmu pengetahuan. Sedangkan anak perempuan cenderung memiliki skor rata-rata tertinggi pada bidang artistik, musik,sastra, pelayanan sosial dan administrasi.
*        Kuder Occupational Interest Survey (KOIS)
KOIS ini didesain untuk usia dewasa dan menghabiskan waktu selama 30-40 menit untuk diselesaikan dan terdiri atas 100 item pertanyaan yang menjelaskan beragam aktivitas dari yang paling disukai dan yang kurang disukai. Dalam pengembangannya tes ini telah menggunakan perbandingan kepuasan pekerjaan antara individu yang sudah merasa puas dengan pekerjaannya dan yang merasa kurang puas dengan pekerjaan mereka, begitu juga dengan mahasiswa pada tingkat pilihan studi terfavoritnya. Skor yang diperoleh responden pada tiap skala minat ini dijadikan sebagai korelasi antara pola minatnya dan pola minat kelompok pekerjaan tertentu, dimana skor ini tersedia untuk109 kelompok pekerjaan khusus bagi  responden pekerja yang meliputi ahli kecantikan, pengacara, bahkan ahli kimia, serta 40 jurusan universitas.
               
F.Rothwell Miller Interest Blank (RMIB)
Menurut sejarahnya tes ni disusun pertama kali oleh Rothwell pada tahun 1947. saat itu tes tersebut hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. Kemudian pada tahun 1958 tes diperluas menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller.sejak saat itu tes minat ini dinamakan tes minat Rothwell Miller.
                Tes ini berbentuk blanko/formulir yang berisikan daftar pekerjaan yang disusun dalam 9 kelompok, dengan kode huruf A sampai I, serta dibedakan untuk kelompok pekerjaan pria dan wanitanya.masing-masing kelompok pekerjaan tersebut terdiri atas 12 jenis pekerjaan, yang mewakili 9 kategori pekerjaan yang akan diukur dalam tes ini. Tes ini disusun dengan tujuan untuk mengukur minat seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan dan ide-ide stereotipe terhadap pekerjaan yang bersangkutan.
                Tes Rothwell Miller dapat diberikan kepada testee secara perorangan maupun klasikal. Instruksi biasanya sudah terdapat dalam balangko sehingga bagi testee yang sudah dewasa dapat diinstruksikan untuk membaca sendiri, kecuali untuk orang dewasa dengan intelegensi rendah (Dull-normal). Bagi testee dull-normal, dianggap kemampuannya untuk memahami, indtruksi tes yang tertulis sehingga perlu diberikan beberapa contoh untuk dapat mengerjakannya dengan tepat. Bahkan kadang masih harus dilengkapi dengan memeriksa pekerjaannya setiap saat untuk mencegah kemungkinan berbuat kesalahan.
Secara umum prinsip administrasi tes ini adalah:
1      Menginstruksikan kepada testee untuk mengisi identitas di lembar blanko.
2      setelah itu, testee diinstruksikan untuk membuat rangking dan daftar pekerjaan yang tersedia didalam formulir tes. Rangking dimulai dari nomor 1 untuk pekerjaan yang paling disukai dalam satu kelompok, dan berakhir dengan nomor 12 untuk pekerjaan yang paling tidak disukai, terlepas dari besar kecilnya gaji ataupun keberhasilan/kegagalan dalam mengerjakan pekerjaan tersebut.
3      Tanyakan apakah testee sudah jelas/belum tentang tugasnya. Bila sudah jelas dapat langsung mengerjakan tes tetapi bila testee belum jelas, jelaskan lagi tentang tugas testee.
4      Tekankan pada testee agar jangan ada yang terlewati.
5      setelah testee menyelesaikan tugasnya (merangking dari kelopok A sampai dengan kelompok I) kemudian instruksikan untuk menuliskan 3 jenis pekerjaan yang tidak disukainya, tidak harus sama dengan pekerjaan yang terdapat dalam daftar.
6      Pada dasarnya waktu untuk mengerjakan tes tidak dibatasi, namun biasanya orang dewasa normal dapat menyelesaikan tes ini dalam waktu 20 menit.
7      Sebelum dikumpulkan testee diminta untuk mengecek pekerjaannya, apakah terdapat kesalahan merangking atau tidak.
Tes ini mengukur beberapa bentuk kemampuan dalam kategori pekerjaan, yakni:
*  Outdoor
Pekerjaan yang dilakukan diluar, diudara terbuka, tidak berhubungan dengan hal-hal yang sifatnya rutin.
*  Mechanical
Pekerjaan yang berhubungan dengan mesin/alat mekanik.
*  Compulational
Pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka.
*  Scientific
Pekerjaan yang menyangkut aktifitas analisis, penyelidikan, penelitian, aksperimen kimia dan ilmu pengetahuan lainnya.
*  Personal Contact
Pekerjaan yang berhubungan dengan manusia, diskusi, membujuk, bergaul dengan orang lain, pada dasarnya adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak dengan orang lain.
*  Aesthetic
Pekerjaan yang berhubungan dengan hal seni dan menciptakan sesuatu.
*  Literary
Pekerjaan yang berhubungan dengan buku, membaca dan mengarang.
*  Musical
Memainkan musik, apresiasi, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan musik.
*  Social Service
Pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan terhadap kepentingan masyarakat, kesejahteraan umum, membimbing, menasehati dan memahami.
*  Clerical
Pekerjaan yang menuntut ketelitian dan kerapian
*  Practical
Pekejaan yang memerlukan keterampilan, praktek, karya pertukangan.
*  Medical
Pekerjaan yang berhubungan dengan pengobatan, perawatan penyakit, penyembuhan dan hal yang dengan medis dan biologis.
Skoring:
*  Hasil rangking yang dibuat oleh testee dipindahkan kedalam suatu kerangka yang caranya terdapat pada begian dari formulir tersebut.
*  Jumlahkan masing-masing jenis pekerjaan ke kanan, tuliskan pada ? total.
*  Buatlah rangking dari ? total (point B) dimulai dari jumlah yang paling kecil sehingga rangking 1 sampai dengan jumlah terbesar rangking 12, bila terdapat angka yang sama berikan rangking yang sama pula.
*  Tuliskan persentil sesuai dengan norma kelompok (bila ada).

Pengecekan:
Untuk melakukan pengecekan tehadap kesalahan dalam memindahkan angka-angka rangking, maka sesudah dijumlahkan, hasil penjumlahannya harus sama dengan 702.
Apabila terdapat dua angka yang sama, maka masing-masing angka kurang atau ditambah 0,5 sesuai dengan keperluannya. Konsistensi jawaban testee dapat dilihat dari:
*  Penyebaran pilihan pekerjaan, apakah menetap pada kategori yang sama dari tiap-tiap kelompok.
*  Pilihan bebas, apakah pilihan ini sesuai dengan hasil rangking yang diberikan atau hasil yang muncul didalam rangking.
*  Cara pemberian rangking, apakah responden membuat rangking secara berurutan atau tidak.
Interpretasi:
Interpretasi dilakukan dengan melihat raw score testee, semakin rendah raw score, pekerjaan makin disukai dan semakin tinggi raw score, pekerjaan semakin tidak disukai. Sedangkan dengan melihat urutan skor untuk masing-masing pekerjaan, dapat dilihat bagaimana pola minat testi.
Akan tetapi untuk dapat melihat bagaimana pola minat seseorang dibandingkan dengan pola minat dari kelompoknya, perlu menggunakan norma persentil yang telah dibuat. Persentil diatas 75% tergolong tinggi dan persentil dibawah 25% tergolong rendah.
Apabila hanya terdapat satu kategori yang mempuyai persentil tinggi, maka dapat diartikan testee mempunyai minat yang sangat kuat terhadap jenis pekerjaan tersebut. Sedangkan jenis pekerjaan yang lain hanya dinilai berdasarkan kesenangan dan tidak dimaksudkan untuk mendapatkan pekerjaan atau status.




Apabila tidak terdapat satu pun kategori yang dapat dimasukkna dalam persentil tinggi, maka hal ini berarti bahwa:
*        Individu kurang memahami atau kurang mendapatkan informasi tentang pekerjaan-pekerjaan tersebut. Mungkin juga individu tidak mau memahami instruksi yang diberikan (oposisi). Atau individu merasa lebih sehingga konsentrasinya terganggu.
*        Individu tidak mempunyai pola minat yang dapat dikembangkan dengan baik.
*        Individu memiliki sejumlah minat terhadap jenis pekerjaan yang tidak terdapat dalam daftar.
Sedangkan apabila seseorang memberikan jawaban yang tidak konsisten, maka hal ini dapat diartikan bahwa:
*        Pengetahuan tentang pekerjaan-pekerjaan tersebut sangat kurang.
*        Merupakan indikasi daripada sikap acuh tak acuh terhadap pekerjaan yang ada.
*        Kelalaian atau kecerobohan testee, bahkan dapat diartikan sebagai sikap oposisi terhadap tugas.
*        Kemungkinan bahwa pekerjaan yang bersangkutan tidak mewakili kategori yang ada.
*        Kemungkinan bahwa beberapa elemen dari pekerjaan itu sendiri cenderung menyalahi stereotipe yang ada.











2 komentar: