Eksperimen Memori



 
                                                Eksperimen 02/EXP/2009
MEMORI
Nama Experimenter      :  Nur Aeni Latifah
Nomor Mahasiswa         :  45 07 091 008
Nama Subjek                 :  Elvira
Jenis Kelamin                :  Perempuan
Umur                              : 22 tahun
Pendidikan                     :  Mahasiswi
No. Eksperimen             :  02/EXP/2009
Tanggal Eksperimen      :  15 Desember 2009
Waktu Eksperimen        :  16.45 - 16.52 Wita
Tempat Eksperimen      :  Aspuri PK VI

I.      PROBLEM
A.    Apakah kapasitas mengingat pada materi yang berbeda hasilnya akan sama?
B.    Adakah perbedaan kapasitas ingatan ditinjau dari urutan stimulus yang diterima?

II.    DASAR TEORI
A.   Pengertian Memori
1
 
     Memori adalah bagaimana individu menangkap informasi dari peristiwa-peristiwa dalam kehidupan. Sudah dapat dibayangkan, tanpa adanya kapasitas memori manusia tidak akan mengenl adanya masa depan, yang dikenal hanyalah masa sekarang. Dan juga tanpa memori manusia tidak akan memiliki keterampilan. Tidak kan mengingat nama-nama atau wajah orang yang ada disekitarnya., tidak ada acuan untuk menentukan hari atau jam yang telah berlalu atau peristiwa yang terjadi secara berulang. Tanpa memori manusia akan menjadi individu yang tidak dapat mengartikan peristiwa-peristiwa yang terjadi, sehingga hidupnya akan begitu-begitu saja, tanpa ada variasi (Gietman, dkk. 1999)                             Suryabrata (Baihaqi dkk., 2005:79) mengungkapkan ingatan adalah kemampuan individu untuk menerima atau mencamkan, menyimpan dan mereproduksi kembali informasi atau kesan-kesan. Kemampuan individu untuk menyimpan informasi dapat bersifat permanen atau temporer tergantung pada kebutuhan, ada yang berlangsung dalam beberapa detik atau bahkan kurang, ada pula disimpan sepanjang kehidupan.
           Ahmadi dan Supriyono (2003:26) mengemukakan ingatan (memori) adalah suatu daya yang dapat menerima, menyimpan, dan mereproduksi kembali kesan-kesan atau tanggapan.
            Davidoff (1988:320) menyatakan bahwa memori adalah kemampuan individu dalam mengingat dan menimbulkan kembali peristiwa atau pengalaman yang telah terjadi di masa lalu yang tersimpan dalam alam ketidaksadaran. Hal-hal yang diperlukan dapat ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran.
             Sujanto (2004:41) menyatakan bahwa ingatan merupakan suatu daya jiwa kita yang dapat menerima, menyimpan, dan menyimpan dan memproduksikan kembali pengertian-pengertian atau tanggapan-tanggapan. Ahmadi (2003:70) mengemukakan bahwa ingatan adalah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan, dan memproduksikan kesan-kesan.            
B.   Proses Memori 
Hilgard, dkk (Irwanto, 2002:154) menyebutkan tiga jenis proses mengingat, yaitu :
1.  Recall adalah proses mengingat informasi yang dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme.
2      Recognition adalah proses mengingat informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme.
3.    Redintegrative adalah proses mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu konsep atau cerita yang cukup kompleks.
       Atkinson, Atkinson dan Hilgard (1983:343) menyatakan ada tiga tahapan memori, yaitu:
1.    Encoding adalah tahap pemasukan pesan.
2.    Storage adalah tahap penyimpanan pesan atau tahap pembelajaran.
3.    Retrieval adalah proses mengingat kembali pesan yang telah disimpan.
             Irwanto (2002:144) mengemukakan proses ingatan dalam tiga tahapan, yaitu:
1.    Proses encoding merupakan suatu proses mengubah sifat suatu informasi ke dalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat memori organisme. Proses encoding sangat mempengaruhi lamanya suatu informasi disimpan dalam memori.
2.    Proses penyimpanan informasi (storage) adalah suatu proses mengendapkan informasi yang diterima dalam suatu tempat tertentu. Penyimpanan informasi sudah sekaligus mencakup kategorisasi informasi sehingga tempat informasi disimpan sesuai dengan kategorinya.
3.    Proses mengingat kembali (retrieval) merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali bila dibutuhkan.
Clark dan Clark (Dardjowidjojo, 2003:279) menuliskan bahwa memori dibentuk dan dipakai melalui tiga tahap, yaitu:
4.    Tahap input berupa penerimaan masukan baik lisan maupun tulisan kemudian memberikan interpretasi tentang masukan itu untuk memahaminya.
5.    Tahap penyimpanan dimulai dengan proses menyimpan informasi pada memori pendek. Sesuatu yang dirasakan tidak perlu atau hanya diperlukan secara sementara disimpan di memori jangka pendek. Informasi yang ingin disimpan dalam jangka waktu lama akan dikirim ke memori jangka panjang.
6.    Tahap output terdiri atas dua cara yang dipakai, yaitu rekognisi dan recall. Rekognisi adalah proses pemanggilan memori dengan meminta seseorang untuk dapat merekognisi sesuatu yang telah diberikan kepadanya sebelumya. Recall adalah tahap untuk menyatakan sesuatu yang telah dilihat atau dengar sebelumnya.


B.   Jenis-jenis Memori
Chun dan Jiang (2003) Menggolongakan memori ke dalam dua jenis, diantaranya:
1.         Memori ekplisit (deklratif), yaitu kemmpuan individu untuk mandapatkan kembali dan menyatakan secara sadar mengenai kejadian dimasa lampau. Memori eksplisit dapat dijangkau dengan sadar dalam tempo yand cepat dan merupakan suatu hal yang fleksibel.
2.         Memori implicit (non deklaratif), yaitu kemampuan yang mendukung mencapaian pada sebuah ragam perseptual dan tugas motorik, meskipun individu tidk dpat mengingat kembali dan mengucapkan informasi yang telah dipelajari. Memori omplisif mempengaruhi tingkah laku individu pada kondisi yang sedikit fleksibel, namun hanya pada suatu hal yang dapat bertahan lama tanpa menyentuh kesadaran.
Working memory dan long-term memory  memiliki perbedaan dalam banyak hal. Salah satu hal yang membedakannya dalah kapasitas penyimpnannya. Gleitman, dkk (1999) mengemukakan bahwa kapasitas penyimpanan working memori terbatas, hal ini dihitung dengan menggunakan memori span task. Dalam hal ini individu mendengarkan urutan dari item-item lalu melungangnya satu demi satu. Jika item berupa kata atau angka dipilah secara acak atau random, biasanya kemungkinan kata atau angka yang bisa diulan adalah 7 itemt tanpa ada kesalahan. Namun jika urutan kata atau angka atau angka yang diperlihatkan lebih panjang, Kesalahan bisa terjadi. Jadi, kapasitas working memory adalah sekurang-kurangnya dua dan paling banyak Sembilan.
                         Irwanto (2002:143) mengemukakan tiga jenis memori, yaitu:
1.    Memori sensoris adalah proses penyimpanan memori melalui jalur saraf-saraf sensoris yang berlangsung dalam waktu amat pendek.
2.    Memori jangka pendek adalah suatu proses penyimpanan memori sementara. Memori jangka pendek juga disebut working memory, karena informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama informasi itu masih dibutuhkan. Baddeley dan Hitch (Djiwatampu, 2004:49) menyatakan ingatan kerja (working memory) merupakan bentuk baru dari ingatan jangka pendek. Ingatan kerja terdiri dari tiga komponen, yaitu:
a.    Articulatory atau phonnological loop berfungsi untuk mengolah informasi yang sifatnya fonologis.
b.    Visuo spatial sketch pad berfungsi untuk mengolah informasi yang sifatnya visuo spasial.
c.    Central executive berfungsi sebagai atensi dan untuk mensupervisi serta mengkoordinasi articulatory dan visuo spatial sketch pad. Central executive merupakan komponen terpenting dari ingatan kerja dan memiliki kapasitas yang terbatas.
                 Winkel (2004:122) menyatakan bahwa kapasitas ingatan jangka pendek terbatas seperti halnya leher sebuah botol yang sempit yang hanya dapat menampung sedikit cairan. Wheeler dan Treisman (2002:48) membagi konsep working memory (ingatan kerja) menjadi dua bagian yang mencakup pengulangan tugas atau informasi yang relevan dan memanipulasi informasi tersebut. Hinson, Jameson, dan Whitney (2003:299) mengungkapkan beberapa aspek komponen kognitif dalam pengambilan keputusan dapat dijelaskan dalam fungsi working memory terutama executive control. Working memory merupakan bagian dari sistem kognitif yang digunakan untuk mengendalikan informasi pada pusat perhatian.
3.    Memori jangka panjang, suatu proses penyimpanan informasi yang relatif permanen.
     Baihaqi, dkk. (2005:80) menyatakan bahwa dilihat dari tingkatannya ingatan dibedakan menjadi 2, yaitu:
1.   Ingatan Jangka Pendek (Short Term Memory)
           Ingatan jangka pendek atau ingatan primer (immediate memory atau short time memory) adalah salah satu jenis ingatan yang dicirikan dengan kemampuan individu untuk menyimpan informasi dalam waktu beberapa detik. Ingatan jangka pendek menunjukkan pada kemampuan individu untuk mengingat hal-hal yang telah dihadirkan atau ditunjukkan beberapa menit sebelumnya. Irwanto (2002:147) mengatakan bahwa kapasitas dalam memori jangka pendek sangat terbatas untuk menyimpan sejumlah informasi dalam jangka waktu tertentu.
            Djiwatampu (2004:49) mengemukakan serial position effect dimana aitem-aitem yang terletak di depan dan belakang lebih mudah untuk diiingat dibandingkan item yang terletak di tengah. Aitem bagian depan mudah diingat karena individu masih sempat melakukan pengolahan sehingga item tersebut masuk ke dalam ingatan jangka panjang. Aitem bagian belakang mudah diingat karena aitem ini masih segar dalam ingatan jangka pendek.
       Davidoff (1988:332) mengemukakan ingatan jangka pendek dianggap sebagai pusat kesadaran manusia. Ingatan jangka pendek berisi pikiran, informasi, dan pengalaman. Ingatan jangka pendek memiliki dua fungsi, yaitu penyimpanan sementara dan pengaturan menyeluruh (yaitu memilih data untuk dipertahankan sesaat dalam penyimpanan, meneruskan pengalaman kepada ingatan jangka panjang untuk penyimpanan yang lebih menetap, dan mengeluarkan data dari berbagai sistem ingatan.
2.      Ingatan Jangka Panjang ( Long Term Memory)
                 Ingatan jangka panjang (ingatan sekunder atau long term memory) adalah kemampuan seseorang untuk menyimpan informasi atau kesan-kesan dalam ukuran menit atau lebih. Irwanto (2002:149) menyatakan penyimpanan informasi dalam memori jangka panjang berlangsung permanen. Kapasitas memori  jangka panjang sangat besar sehingga memungkinkan penyimpanan informasi yang luar biasa banyaknya yang diperoleh sepanjang hidup organisme.
      Baihaqi, dkk (2005:81) mengemukakan perbedaan antara ingatan jangka pendek dengan jangka panjang adalah:
a.    Pemasukan pesan atau informasi ingatan jangka panjang cenderung pada kode visual atau akustik.
b.    Ingatan jangka pendek memiliki kapasitas yang terbatas, ingatan jangka panjang tak terbatas.
c.    Lupa terjadi pada ingatan jangka pendek dikarenakan informasi yang diterima melebihi kapasitas yang ada sedangkan dalam ingatan jangka panjang, terjadi lupa karena gagalnya dalam pengingatan kembali.
d.    Ingatan jangka pendek berhubungan dengan bagian yang masih aktif dan mudah dibuyarkan oleh kegiatan-kegiatan lain serta proses otomatis sedangkan ingatan jangka panjang berhubungan dengan bagian yang pasif, tidak mudah dibuyarkan, dan prosesnya tidak otomatis tetapi perlu kodifikasi dan cara-cara khusus.
            Baihaqi, dkk. (2005:82) mengatakan bahwa semua ingatan yang masuk dalam ingatan jangka panjang terlebih dahulu melalui ingatan jangka pendek. Informasi yang didapat ingatan jangka panjang hanyalah ingatan yang dicatat dengan baik, melalui pengulangan atau latihan. Baihaqi, dkk. (2005:82) mengatakan bahwa berdasarkan tipenya, kemampuan ingatan seseorang juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu mengingat kembali atau recall  dan mengenal kembali atau recognition.
C.   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ingatan
           Ahmadi (2003:71) mengungkapkan bahwa memori atau ingatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sifat seseorang, alam sekitar,  keadaan jasmani, keadaan rohani, dan umur manusia. Slameto (2003:55) mengemukakan salah satu faktor yang mempengaruhi ingatan adalah tingkat inteligensi subjek. Baihaqi, dkk. (2005:82) mengatakan bahwa kemampuan ingatan disamping dipengaruhi oleh ketiga aspek dalam penerimaan, penyimpanan atau reproduksi secara umum juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:
1.    Sistem pengindraan individu.
2.    Sistem persarafan individu.
3.    Perhatian terhadap informasi yang disampaikan.
4.    Kebermaknaan materi yang dipelajari.
5.    Metode dalam mempelajari sesuatu.
6.    Kondisi lingkungan belajar.
7.    Faktor-faktor pribadi, misalnya: kondisi emosi, kesehatan, dan minat.
D.   Jenis-jenis Gangguan Mengingat
          Baihaqi, dkk (2005:83) menjelaskan jenis-jenis gangguan ingatan baik berupa ingatan yang berlebih-lebihan, ingatan yang menurun, atau ingatan menghilang (distorsi). Gangguan-gangguan ingatan tersebut meliputi:
1.    Hypermnesia, yaitu ingatan yang berlebih-lebihan sehingga seseorang dapat menggambarkan kejadian-kejadian (informasi atau kesan yang diperolehnya) secara mendetail. Gangguan tersebut kadang-kadang terjadi pada periode-periode tertentu atau peristiwa-peristiwa tertentu yang berhubungan dengan perasaan atau emosinya.
2.    Amnesia, yaitu keadaan seseorang yang kehilangan ingatan, mungkin sebagian atau seluruhnya, untuk sementara waktu atau selama-lamanya, mungkin karena sebab-sebab organis atau psikologis. Amnesia organis disebabkan adanya kerusakan dalam pencaman dan penyimpanan. Amnesia psikologis disebabkan pemanggilan kembali mengalami halangan atau kesulitan.
3.    Paramnesia, yaitu ingatan yang keliru (ilusi ingatan) karena distorsi pemanggilan kembali, meliputi:
a.    Dejavu berarti seperti pernah melihat atau mengalami sesuatu tapi dia tidak pernah mengalaminya.
b.Jamais vu berarti sudah melihat sesuatu atau mengalami sesuatu namun ia menyangkal ingatannya sendiri.
c.   Fausse reconnaissance berarti pengenalan kembali yang keliru, ia merasa pengenalannya itu benar namun itu tidak benar.
d.Koniabulasi berarti dengan tidak sadar mengisi lubang ingatannya dengan cerita yang tidak sesuai dengan kenyataannya, namun si penderita yakin akan kebenarannya.
           Baihaqi, dkk (2005:83) mengemukakan lupa adalah kondisi individu yang tidak mampu mereproduksi kembali tanggapan-tanggapan atau kesan-kesan yang telah diperolehnya, mungkin separuhnya atau sebagian, mungkin sementara atau selamanya. Orang menjadi lupa dapat dikarenakan berbagai faktor, baik faktor di dalam diri maupun di luar dirinya, diantaranya:
4.    Mengalami gangguan diantara tanggapan-tanggapan yang ada.
5.    Mengalami penekanan tanggapan yang telah ada, baik disengaja atau tidak.
6.    Perubahan situasi lingkungan, misalnya bangunan lama telah dibongkar, atau telah dibangun kembali.
7.    Perubahan sikap dan minat.
8.    Tidak pernah dipelajari secara sungguh-sungguh.
9.    Materi ingatan tersebut tidak pernah digunakan.
10.  Perubahan dalam sistem syaraf, misalnya kecelakaan.
11.  Sebab-sebab psikologis, misalnya jenuh, ada konflik, dan pernah frustasi.
            Davidoff (1988:342) mengemukakan bahwa lupa bisa terjadi karena termotivasi. Lupa karena termotivasi dipakai untuk memberikan gambaran bila terjadi supresi (menekan ke alam bawah sadar) hal-hal atau ingatan yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. Tindakan supresi ini dapat dilakukannya dengan sengaja atau tidak sengaja.

III.    HIPOTESIS
A.  Individu
1.    Ada perbedaan kemampuan mengingat antara golongan kata benda abstrak dan golongan kata benda konkret.
2a. Ada perbedaan kemampuan mengingat antara stimulus yang disajikan pada bagian awal, tengah, dan akhir untuk golongan kata benda abstrak untuk individu.
2b. Ada perbedaan kemampuan mengingat antara stimulus yang disajikan pada bagian awal, tengah, dan akhir untuk golongan kata benda konkret untuk individu.
B. Kelompok
1.     Ada perbedaan kemampuan mengingat antara golongan kata benda abstrak dan golongan kata benda konkret untuk kelompok.
2a. Ada perbedaan kemampuan mengingat antara stimulus yang disajikan pada bagian awal, tengah, dan akhir untuk golongan kata benda abstrak untuk kelompok.
2b. Ada perbedaan kemapuan mengingat antara stimulus yang disajikan pada bagian awal, tengah, dan akhir untuk golongan kata benda konkrit untuk kelompok.

IV.   METODE PENELITIAN
Metode     : Eksperimental
Desain      : The One Shot Case Study

V.     PROSEDUR
A.   Material
1.  Seperangkat komputer
2.   Kertas pencatat hasil
B. Prosedur pelaksanaan
1.  Subjek berhadapan siap di depan layar monitor.
2.   Layar monitor menampilkan sejumlah word stimulus berupa kata benda abstrak dan subjek diminta untuk membaca dan mengingatnya.
3.   Subjek diminta untuk menuliskan kembali kata-kata yang diingat sesuai urutan penyajian stimulus word melalui komputer.
4.   Prosedur yang sama diulang kembali untuk stimulus word yang berupa kata benda konkret.

VI.  PENCATATAN HASIL
A.  Individu
1.    Distribusi jawaban subjek



Nomor
A1
A2
Stimulus
Jawaban
Stimulus
Jawaban
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
Berita
Amanat
Syarat
Makmur
Contoh
Gejala
Berita
Asumsi
Akibat
Bagian
Berita
Amanat
Syarat
Makmur
Contoh
Gejala
Berita
Asumsi
Akibat
Bagian
Sumbat
Bejana
Dalang
Devisa
Kemeja
Payung
Jurnal
Bejana
Kenari
Benalu
Sumbat
Bejana
Dalang
-
Kemeja
Payung
-
Bejana
Kenari
Benalu

Jumlah
10
Jumlah
8
Keterangan: A    = golongan kata benda
                     A1  = golongan kata benda abstrak
                     A2  = golongan kata benda konkrit

2.    Distribusi jawaban yang berdasarkan urutan penyajian
Urutan
A1
A2
B1
B2
B3
3
4
3
3
2
3
Keterangan:
B       = urutan penyajian
B1     = urutan penyajian awal (1-3)
B2     = urutan penyajian tengah (4-7)
B3     = urutan penyajian akhir (8-10)
B.   Kelompok
1.    Jumlah jawaban yang benar
Urutan
Subjek
A1
A2
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Aminuddin
Elvira
Mardhan
Dahliati
Dika
St. Rahma
Rudi
Andi Sada Potto
Sudirman
Ima
Desy Prisilia
10
10
8
10
10
6
3
5
4
5
5
10
8
10
10
10
7
3
4
4
4
4

2.    Jumlah jawaban yang berdasar urutan penyajian
No.
Subjek
A1
A2
B1
B2
B3
B1
B2
B3
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Aminuddin
Elvira
Mardhan
Dahliati
Elvira
St. Rahma
Rudi
Andi Sada Potto
Sudirman
Ima
Desy Prisilia
3
3
2
3
3
3
3
3
3
2
3
4
4
4
4
4
3
0
2
1
3
2
3
3
2
3
3
0
0
0
0
0
0
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
4
2
4
4
4
3
0
1
2
1
0
3
3
3
3
3
1
0
0
0
0
1

VII. PENGOLAHAN HASIL
A.    Individu

A1
A2
Kesimpulan
Jumlah
10
10
A1 > A2
            Untuk kata benda abstrak

B1
B2
B3
Kesimpulan
Jumlah
3
2
3
B1 > B2 < B3
            Untuk kata benda konkret

B1
B2
B3
Kesimpulan
Jumlah
3
4
3
B1 < B2 < B3
B.    Kelompok
1.    Daftar Belanja Statistik
Statistik
A1
A2
N
SD
SDm
6
3,667
1,373
0,614
6
3,333
0,944
0,422
Penyelesaian: 
A1       
                                     
                                 6,909
                  A2       
                                     
                                 6,727
SDA1            
                                        
                                    
                                
                                 2,737
SDA2      
              
              
              
               2,970
SDmA1     
                                          
                                      
                                 0,749  
SDmA2                
                                          
                                       
                0,882
SDbm               
                          
                        
                     
               1,157
                  to            
        
               
         0,157
db           (N – 1) a
         (11 – 1) 2
         10 . 2   
         20
to     0,157   <     tt 1%   2,845 
                              tt 5%   1,725  à Tidak Signifikan
2.    Anava 1-jalur dari sumber data A1
Statistik
B1
B2
B3
Total
N
ΣX
ΣX2
11
31
89
2,818
11
31
107
2,818
11
14
40
1,273
33
76
236
6,909
Tabel Rangkuman ANAVA
S.V
JK
Db
RK
F
P
Inter B
Dalam
Total
17,516
43,454
60,970
2
30
32
8,758
1,448
1,905
6,048
.006
SS
     
      Penyelesaian:
             
                    
                     2,818
             
                    
                     2,818
             
                    
                     1,273
                  dbinter      n – 1
                                 3 – 1
                                 2
                  dbdalam    N – a
                                 33– 3
                                 30
                  dbtotal      N – 1
                                 33 – 1
                                 32       
                      
                                
                                
                                 60,970
      Jk antar 
                    
                    
                    
                    
                     17,516
                     Jk total – Jk antar
                                 60,970 – 17,516
                     43,454
                  RKB       
                                
                                 8,758
                  RKdalam  
                                
                                 1,448
                  RKtotal    
                                
                                 1,905
                  Fh          
                                
                                 6,048
Fh        6,048   >      Ft 1 %       5,39   
                                    Ft 5 %       3,32    à   Signifikan
3.    Anava 1-jalur dari sumber data A2
Statistik
B1
B2
B3
Total
N
oX
X2
11
32
94
2,909
11
25
83
2,273
11
17
47
1,545
33
74
224
6,727
Tabel Rangkuman ANAVA
S.V
JK
db
RK
F
P
Inter B
Dalam
Total
10,243
47,818
58,061
2
30
32
5,122
1,594
1,814
3,213
.056
TS
Penyelesaian:
             
                    
                     2,909
             
                    
                     2,273
             
                    
                     1,545
                  dbinter      n – 1
                                 3 – 1
                                 2
                 

                  dbdalam    N – a
                                 33– 3
                                 30
                  dbtotal      N – 1
                                 33 – 1
                                 32       
                      
                                
                                
                                 58,061
      Jk antar 
                    
                    
                    
                    
                     10,243
                     Jk total – Jk antar
                                 58,061 – 10,243
                     47,818
                  RKB       
                                
                                 5,122

                  RKdalam  
                                
                                 1,594
                  RKtotal    
                                
                                 1,814
                  F            
                                
                                 3,213
F        3,213    <     Ft 1 %       5,39   
                                  Ft 5 %       3,32     à   Tidak Signifikan

VIII.   KESIMPULAN
A. Individu
1.     Tidak ada perbedaan kemampuan mengingat antara golongan kata benda abstrak dan golongan kata benda konkret, dilihat dari jumlah jawaban kata benda abstrak = 10 kata dan kata benda konkret = 10, sehingga hipotesis ditolak.
2a.  Tidak ada perbedaan kemampuan mengingat antara stimulus yang disajikan pada bagian awal, tengah, dan akhir untuk golongan kata benda abstrak untuk individu. Dimana jawaban yang disajikan semua terjawab dengan benar, pada awal = 3 kata, tengah = 4 kata, dan pada akhir = 3 kata, sehingga hipotesis yang diajukan ditolak.
2b. Ada perbedaan kemampuan mengingat antara stimulus yang disajikan pada bagian awal, tengah, dan akhir untuk golongan kata benda konkret untuk individu, dilihat dari jawaban yang disajikan pada awal = 3 kata, tengah = 2 kata, dan akhir = 3 kata, sehingga hipotesis yang diajukan diterima.
B. Kelompok
1.     Tidak ada perbedaan kemampuan mengingat antara golongan kata benda abstrak dan golongan kata benda konkret, dilihat dari nilai to= 0,157 < ttabel= 1,725 sehingga hipotesis yang diajukan ditolak.
2a.   Ada perbedaan kemampuan mengingat antara stimulus yang disajikan pada bagian awal, tengah, dan akhir untuk golongan kata benda abstrak untuk kelompok, dilihat dari nilai Fh= 6,048 > Ftabel= 3,23 sehingga hipotesis diterima.
 2b.  Tidak ada perbedaan  kemampuan mengingat antara stimulus yang disajikan pada bagian awal, tengah, dan akhir untuk golongan kata benda konkret untuk kelompok, maka Fh= 3,213 < Ftabel= 3,23 sehingga hipotesis ditolak.

IX.   PEMBAHASAN
A.   Individu
1.    Ada perbedaan kemampuan mengingat antara golongan kata benda abstrak dan golongan kata benda konkret, dilihat dari jumlah jawaban untuk kata benda abstrak = 10 kata dan kata benda konkret = 8 kata. Ahmadi (2003:71) mengemukakan bahwa ingatan seseorang dipengaruhi oleh faktor usia. Hal tersebut sesuai dengan kondisi subjek dimana umur subjek yang 20 tahun sudah memiliki daya ingatan logis dan kemampuan berpikirnya meningkat pada hal-hal yang lebih abstrak dan hal-hal yang konkret secara perlahan akan ditinggalkannya sehingga subjek dalam eksperimen lebih cenderung mengingat kata-kata abstrak dibanding kata-kata konkret. 
2a.  Tidak ada perbedaan kemampuan mengingat antara stimulus yang disajikan pada bagian awal, tengah, dan akhir untuk golongan kata benda abstrak untuk individu, dilihat dari jawaban yang disajikan pada awal = 3 kata, tengah = 4 kata, dan pada akhir = 3 kata. Irwanto (2002:144) mengemukakan proses ingatan dalam tiga tahapan, yaitu: Proses encoding merupakan suatu proses mengubah sifat suatu informasi ke dalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat memori organisme. Proses encoding sangat mempengaruhi lamanya suatu informasi disimpan dalam memori. Proses penyimpanan informasi (storage) adalah suatu proses mengendapkan informasi yang diterima dalam suatu tempat tertentu. Penyimpanan informasi sudah sekaligus mencakup kategorisasi informasi sehingga tempat informasi disimpan sesuai dengan kategorinya. Proses mengingat kembali (retrieval) merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali bila dibutuhkan. Hal tersebut sesuai dengan kondisi subjek dimana subjek mengingat semua kata-kata yang dimunculkan di awal, tengah dan akhir.
2b. Ada perbedaan kemampuan mengingat antara stimulus yang disajikan pada bagian awal, tengah, dan akhir untuk golongan kata benda konkrit untuk individu. Dilihat dari jawaban yang disajikan pada awal = 3 kata, tengah = 2 kata, dan pada akhir = 3 kata. Davidoff (1988:332) menyatakan lazimnya orang mempunyai kecenderungan untuk lebih mudah mengingat kata yang terletak didepan (efek primacy). Hal tersebut sesuai dengan kondisi subjek yang lebih dominan mengingat kata yang terlebih dulu disajikan atau terletak didepan.
B.   Kelompok
1.     Tidak ada perbedaan kemampuan mengingat antara golongan kata benda abstrak dan golongan kata benda konkret, dilihat dari nilai to= 0,157 dan ttabel= 1,725 maka to < ttabel, dengan kata lain hipotesis ditolak. Hal ini sesuai dengan retrieval failure theory yang dikemukakan oleh Irwanto, dkk. (2002), dimana dengan adanya petunjuk yang tepat maka informasi yang ada dapat ditelusuri dan diingat kembali. Jadi, dengan adanya pemberian tugas yang sama yaitu mengingat kembali kata-kata yang disajikan, menyebabkan tidak terdapatnya perbedaan kemampuan untuk mengingat kata-kata tersebut pada masing-masing subjek.
2a.   Ada perbedaan kemampuan mengingat antara stimulus yang disajikan pada bagian awal, tengah, dan akhir untuk golongan kata benda abstrak untuk kelompok, dilihat dari nilai Fh= 6,048 > Ftabel= 3,23, sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Winkel (2004:122) menyatakan bahwa kapasitas ingatan jangka pendek terbatas seperti halnya leher sebuah botol yang sempit yang hanya dapat menampung sedikit cairan. Cairan yang terakhir ditampung keluar dari leher botol. Hal tersebut sesuai dengan kondisi subjek dimana kata-kata yang pertama dimunculkan berhasil diolah ke dalam ingatan jangka panjang sedangkan kata-kata yang ditampilkan selanjutnya tidak mampu lagi ditampung dan diolah subjek sehingga subjek hanya mampu mengingat kata-kata yang ditampilkan di awal dibandingkan kata-kata yang muncul ditengah dan akhir.
  b.  Tidak ada perbedaan kemampuan mengingat antara stimulus yang disajikan pada bagian awal, tengah, dan akhir untuk golongan kata benda konkrit untuk kelompok, maka Fh= 3,213 < Ftabel= 3,23. Sehingga hipotesis ditolak. Sesuai dengan pendapat Atkinson dan Hilgard (1983) yang menyatakan bahwa individu dapat mengingat tujuh kata secara singkat, tetapi pada sebagian besar kasus yang terjadi kata-kata tersebut dapat dengan mudah dilupakan. Hal ini terjadi karena kata-kata tersebut tergeser oleh kata-kata baru, atau dapat pula terjadi karena mengalami peluruhan seiring dengan berjalannya waktu.

X.    KESAN-KESAN DALAM EKSPERIMEN
A.   Kondisi Fisik
1.    Suhu udara dalam ruangan eksperimen terasa dingin, karena fasilitas pendingin berfungsi.
2.    Perlengkapan dalam ruangan eksperimen tertata dengan rapi.
3.    Eksperimen dilaksanakan dalam ruangan yang cukup ramai oleh teman-teman yang sedang acara.
B.   Kondisi Psikologis
1.    Subjek duduk disebelah kanan tester.
2.    Subjek bingung setelah mendengar instruksi.
3.    Subjek menggaruk-garuk kepalanya setelah menjawab
4.    Kaki subjek ditekuk.
5.    Subjek menggaruk-garuk pundak ketika masuk instruksi kedua.
6.    Subjek  tersenyum dan mengambil kertas kemudian menulis.

XI.  KEGUNAAN SEHARI-HARI
  1. Memori membantu mahasiswa untuk mengingat jadwal mata kuliah.
B.    Memori membantu individu untuk mengingat segala hal
C.   Memori membantu individu untuk memudahkan menghapal beberapa mata kuliah.
D.   Memori membantu siswa untuk mengingat tugas mata kuliah yang diberikan dosen.
E.    Memori membantu individu untuk mengingat pengalaman yang berkesan dari masa sekarang dan masa lalu.

Makassar,     Desember  2009
Eksperimenter
Nur Aeni Latifah

                                        

 
DAFTAR PUSTAKA



Atkinson, R.I., Atkinson, R.C., & Hilgard, E.R. 1983. Pengantar Psikologi I. Terjemahan oleh Nurdjannah Taufik dan Rukmini Barhana. Jakarta: Erlangga.

Ahmadi, A., & Supriyono, W. 2003. Psikologi Umum. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

Ahmadi, A. 2003. Psikologi Umum. Jakarta: PT. Asdi Mahasaty
Baihaqi, M., Sunardi, Akhlan, R.N.R., & ­Heryati, E. 2005. Psikiatri (Konsep Dasar dan Gangguan-Gangguan). Bandung: PT. Refika Aditama.

Chun, M.M., & Jiang, Y. 2003. Implicit, Long-Tem Spatial Contextul Memory. Journal Of Experimental Pshychology : Learning Memory, and Cognition, 29 (2): 224-234
Djiwatampu, M.L., Indirasari, D.T., &  Respati, A. 2004. Melihat dan Mengingat. Jakarta: Fakultas Psikologi UI.

Dardjowidjojo, S. 2003. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Davidoff, L. L. 1988. Psikologi Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.

Irwanto. 2002. Psikologi Umum. Buku Panduan Mahasiswa. Jakarta: PT.Prenhallindo.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.















27
 
 

Lampiran
Fakultas Psikologi
Universitas 45 Makassar


MEMORY
02/EXP/2009
                                               Nama Subjek             : Alvira
                                               Umur                          : 22 Tahun
                                               Pendidikan                 : Mahasiswi
                                               Seks                           : Perempuan
                                               Tanggal/Jam              : 14-12-09/15.45-15.52 WITA

No
A1
A2
Stimulus
Jawaban
Stimulus
Jawaban
1.
Berita
Berita
Sumbat
Sumbat
2.
Amanat
Amanat
Bejana
Bejana
3.
Syarat
Syarat
Dalang
Dalang
4.
Makmur
Makmur
Devisa
-
5.
Contoh
Contoh
Kemeja
Kemeja
6.
Gejala
Gejala
Payung
Payung
7.
Berita
Berita
Jurnal
-
8.
Asumsi
Asumsi
Bejana
Bejana
9.
Akibat
Akibat
Kenari
Kenari
10.
Bagian
Bagian
Benalu
Benalu

Jumlah
10
Jumlah
8

Keterangan:    A   = Golongan kata benda
A1 = Golongan kata benda abstrak
A2 = Golongan kata benda konkret


Makassar, 14 Desember 2009

Tester

Elvira

Eksperimenter

Nur Aeni Latifah


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar