KEPRIBADIAN DAN GAYA HIDUP


Pada bagian ini kita akan mempelajari mengenai kenapa?
o   Kepribadian konsumen mempengaruhi respon mereka terhadap rangsangan pasar, tetapi  upaya menggunakan informasi ini dalam konteks pemasaran menemukan hasil yang bercampur.
o   Gaya hidup konsumen merupakan kunci dari kebanyakan strategi pemasaran.
o   Psikograpik melebihi demograpik sederhana dalam membantu pemasar untuk menegrti dan menjangkau segmen konsumen yang berbeda-beda.
o   Pengenalan pola komsumsi dapat meningkatkan pengetahuan pembelian individu bila keahlian sebuah gaya hidup strategi pemasaran.
GAMBARAN KASUS
Jakie dan Hank, eksekutif pada sebuah perusahan agen pemasaran besar di Los Angeles,  mereka berdiskusi mengenai bagaimana mereka akan menghabiskan bonus mereka pada perusahaan yang telah berjanji untuk menetapkan sebagian catatan pokok perhiasan mereka. Mereka tidak dapat membantu tetapi tertawa kepada teman mereka, Susan seorang yang berada pada departemen akuntin, yang mana sangat antusias mencari tahu informasi di internet mengenai keadaan sistem home teater yang dia maksudkan untuk memasukkannya ke dalam condomiumnya.  Apa yang tertulis di kentang! Hank, yang berkhayal,dia Nampak bersemangat mencari sesuatu yang menarik, dia bermaksud untuk mengeluarkan bonusnya untuk sebuah pertualangan bebas ke Colorado, dimana seminggu sebuah bungee jumping  yang sangat terlalu mahal akan menjadi tempat tinggalnya. Jakie menjawab, “Disini, lakukan disitu. Percaya atau tidak, saya tinggal mengaturnya dari sekarang – setelah selesai  di santa Monica melihat ombak.”. Rupanya bahwa surfing hama telah menggigitnya sejak dia mulai membuka-buka halaman Wahine, majalah yang menargetkan untuk menumbuhkan nomor wanita-wanita yang membutuhkan support.
Jakie dan Hank kadang terkejut bahwa betapa berbedanya mereka daripada Susan, yang mengisi waktunya dengan menonton  film komedi tua atau membaca buku. Mereka bertiga bergaji sama, dan Jakie dan Susan lulus dari kampus bersama-sama. Bagaimana mereka dapat merasa begitu berbeda?. Oh, tentunya, gambaran mereka, bahwa mengapa mereka membuat coklat dan vanilla.
KEPRIBADIAN
Jakie dan Hank merupakan tipikal kebanyakan orang yang mencari hal-hal baru (dan meski kadang beresiko) untuk menghabiskan waktu luang mereka. Hal ini berarti bisnis besar untuk industry “travel adventure”, yang mana bergerak di bidang spesialis pengalaman membanting tulang.
Hanya saja apa yang membuat Jakie dan Hank begitu berbeda dari teman-teman mereka yang terlihat tenang seperti Susan?. Salah satu jawaban yang mungkin diungkapkan pada konsep kepribadian, yang mana mengacu pada keunikan rangkaian psikologis tiap orang dan  bagaimana ini secara konsisten mempengaruhi cara seseorang merespon lingkungannya.
Apakah seseorang mempunyai kepribadian?. Sebenarnya, beberapa Psikologis berpendapat bahwa konsep kepribadian mungkin tidak valid. Banyak studi mendapatkan bahwa orang-orang jangan melihat peran kestabilan kepribadian. Sejak orang-orang tidak memerlukan kelakuan sama pada semua situasi, mereka berpendapat bahwa  hal ini selalu sesuai jalan kategorisasi orang.
Tanpa terduga, argumen ini sedikit sulit untuk diterima karena kita cenderung melihat lainnya pada  kondisi yang terbatas, dan juga mereka  nampaknya terlihat bersifat konsisten. Pada situasi lainnya, kita masing-masing tahu bahwa kita semua tidaklah konsisten; kita mungkin menjadi liar dan gila waktu tertentu dan serius dan bertanggung jawab pada situasi lainnya. Meskipun belum tentu semua psikologis meninggalkan gagasan mengenai kepribadian, banyak sekarang mengakui/ mengenal bahwa karakteristik dasar seseorang merupakan satu bagian puzzle, dan factor situasi seringkali meaminkan peranan luas dalam penentuan perilaku. Kemudian, beberapa aspek kepribadian terus tercakup dalam strategi pemasaran. Kita biasanya menggunakan dimensi tersebut bersama dengan kegiatan individu di waktu luang, pandangan politik, rasa estetika, dan factor individu lainnya pada segmen konsumen dalam terminology gaya hidup.
PERILAKU KONSUMEN DALAM PANDANGAN TEORI FREUDIAN.
Sigmund Freud mengembangkan pemikirannya bahwa banyak dari akar kepribadian orang dewasa berasal dari konflik fundamental antara hasrat individu untuk memuaskan kebutuhan fisik mereka dan kebutuhan pada fungsi sebagai tanggung jawab masyarakat. Masalah ini dilaksanakna pada tingkat pikiran diantara tiga sistem.

Sistem Freudian
Id merupakan orientasi keseluruhan ke arah terpenuhinya kepuasaan dengan segera – ini merupakan “bagian hewan” dari akal/ pikiran. Hal ini beroperasi berdasarkan prinsip kesenangan; perilaku dipandu oleh hasrat utama untuk memaksimalkan kesenangan dan menghindari rasa yang tidak menyenangkan. Id merupakan bersifat egois dan tidak logis. Hal ini memerintahkan energy fisik seseorang ke arah rasa kesenangan tanpa memperhatikan konsekwensinya.
Super ego merupakan pengimbang id. Sistem ini beresensikan suara hati individu. Hal ini berkaitan dengan atturan social dan bekerja untuk mencegah id terhadap kepuasan egoistis.
Akhirnya, ego merupakan sistem yang menengahi antara id dan super ego. Hal ini merupakan wasit antara pertarungan godaan dan kebijakan dalam memenuhi kebutuhan. Ego mencoba mengimbangkan kekuatan yang saling bertentangan ke dalam konsep realita, ego mencari cara untuk memuaskan id dengan jalan bahwa hal tersebut dapat diterima secara umum. Konflik tersebut terjadi pada level bawah sadar, jadi seseorang tidak menyadari pokok yang mendasar perilaku mereka.
Peneliti konsumen mengadaptasi beberapa ide Freud. Faktanya, mereka menyoroti potensi penting dari motif ketidak sadaran yang mendasari daya pembelian. Implikasinya adalah bahwa konsumen tidak dapat mengatakan motif mereka yang sesungguhnya dalam memilih produk, bahkan jika kita dapat menemukan cara yang sensitive untuk menanyakannya langsung kepada mereka. Perspektif Freudian juga menunjukkan kemungkinan bahwa ego mempercayakan pada symbolisme produk untuk kompromi antara tuntutan id dan larangan dari super ego. Saluran seseorang dia tak dapat diterima keinginan dalam dapat diterima saluran luar dengan menggunakan produk bahwa menandakan hasrat yang mendasari. Hal ini merupakan koneksi antara simbolisme produk dan motivasi : kedai produk, gambaran, sasaran konsumen, yang mana tidak dapat diterima atau tak dapat dicapai. Melalui perolehan produk, orang dapat pengalaman sendiri buah terlarang.
Motivational Research (riset motivasi)
Pada tahun 1950-an, sebuah perspektif yang disebut pendekatan “motivational research” menggunakan pemahaman Freudian untuk memahami lebih dalam arti dari produk dan periklanan. Pendekatan ini sebagian besar berdasarkan pendekatan interpretasi psikoanalisis Freudian, dengan penekanan kuat pada motif ketidak sadaran. Asumsi dasarnya adalah bahwa kebutuhan yang tidak dapat diterima secara social adalah dengan menyalurkan kedalam saluran dapat diterima.
Titik berat riset ini terdapat pada wawancara secara mendalam dengan individu konsumen. Sebagai ganti dari kebanyakan konsumen mengenai pertanyaan umum tentang pemakaian produk dan mengkombinasikan respon tersebut dengan konsumen lainnya dalam sampel refresentatif statistic, motivational research  melibatkan relative sedikit konsumen tetapi menyelidiki lebih mendalam mengenai motivasi pembelian pada tiap-tiap orang. Wawancara secara mendalam mungkin menghabiskan waktu beberapa jam, dan hal tersebut berdasarkan asumsi bahwa responden tidak dapat secara tiba-tiba mengeluarkan pemikirannya yang terpendam atau motivasi mendasar mereka. Interviewer yang terlatih dapat mendapatkan hal tersebut hanya setelah melakukan pertanyaan dan interpretasi ekstensif.
Table 6.1
Motivasi utama terhadap perilaku komsumsi sebagai identifikasi berdasarkan pandangan Ernest Dichter
Motivasi
Produk yang Berhubungan
Tenaga – maskulin – kejantanan
Tenaga : produk yang mengandung gula dan sarapan besar (untuk mengisi energy kita), bowling, kereta elektrik, sabuk yang digemari, peralatan-peralatan olahraga.
Maskulin – kejantanan : kopi, daging segar, sepatu bagus, senjata api, membeli pakaian buat wanita, bercukur.
Perlindungan
Es krim ( merasa seperti pada masa kanak2), celana panjang dan kemeja yang disetrika, memplester dinding (agar merasa terlindungi), rumah, rumah sakit.
Erotisme
Sikap manis, sopan, laki-laki menyalakan rokok wanita (untuk menciptakan suasana rileks).
Moral  – kebersihan 
Roti, baju (yang pantas dan sopan), pembersih rumah tangga (untuk memberikan suasana yang lebih bermoral bagi ibu rumah tangga sehabis menggunakannya), bak mandi atau wash tafel, makanan dari gandum (untuk diberikan sebagai sedekah).
Penerimaan social
Persahabatan : es krim (pada saat berbagi), kopi.
Cinta dan afeksi : mainan (sebagai ekspresi cinta pada anak), makanan manis atau mengandung gula dan madu (sebagai ekspresi hubungan afeksi),.
Penerimaan : sabun, produk kecantikan.
Individualitas / kepribadian/ cirri khas
Mencoba makanan yang berbeda, jalan-jalan, tempat rokok, vodka, parfum, pulpen eksklusif.
Status
Mengganjal : bisul, serangan jantung, gangguan pencernaan (menunjukkan tingkat stress – pekerjaan penting), karpet (menunjukkan seseorang tidak menetap di tempat yang kumuh).
Feminitas
Kue-kue dan biscuit, boneka, sutra, teh, barang-barang rumah tangga.
Hadiah
Rokok, permen, minuman beralkohol, es krim, biscuit.
Keunggulan terhadap lingkungan
Peralatan dapur, kapal, peralatan olahraga, cerutu.
Hasrat untuk merasakan koneksi terhadap sesuatu.
Dekorasi rumah, ski, siaran radio pagi (untuk merasakan sensasi sentuhan dunia).
Magik – misteri / daya tarik sensasi
Kabut (memiliki kekuatan penyembuhan), cat (merubah mood ruangan), minuman berkarbonasi, vodka (pada situasi romantic), membuka hadiah.

 Motivational research memiliki daya tarik lebih baik dari sedikitnya pemasar karena beberapa alasan, yaitu :
§  Motivational research cenderung lebih murah daripada skala besar-besaran, survey data kuantitatif karena wawancara dan biaya proses data lebih minimal.
§  Pengetahuan yang diperoleh dari motivational research dapat membantu mengembangkan komunikasi marketing dibandingkan kedudukan kebutuhan  dan memberikan jalan yang lebih kuat untuk menarik pelanggan. Tetapi jika tidak perlu valid terhadap semua konsumen dalam target pasar, pengetahuan tersebut dapat bernilai pada saat digunakan dalam sebuah penyelidikan. Contohnya, perumpamaan sebuah produk dapat digunakan secara creative bilamana mengembangkan meniru iklan.
§  Beberapa penemuan kelihatannya terlihat masuk akal setelah munculnya fakta tersebut. Contohnya, studi motivasional menyimpulkan bahwa kopi merupakan berhubungan dengan perkawanan, bahwa orang-orang mehindari buah prem karena mengingatkan mereka tentang usia lanjut, dan bahwa laki-laki yang mapan menyamakan mobil pertama yang mereka dapatkan saat mereka remaja sama seperti dengan permulaan dari kebebasan sexual mereka. 


TEORI NEO – FREUDIAN
Karen Horney
Berbeda dari pandangan Freud bahwa kepribadian bahwa kepribadian bersumber dari insting manusia secara alamiah, Karen Hornet, salah satu peneiliti teori ini mengajukan sebuah mekanisme yang dilalui individual dalam rangka mencari jalan keluar dari konflik yang menggelisahkan. Menurutnya individu dapat dibedakan menjadi 3 kepribadian yaitu :
1.    Compliant Individual. Individu-individu yang cenderung mendekati orang lain. Mereka memepunyai hasrat untuk dikasihi, diingini, dan dihargai.
2.    Aggressives Individual. Individu-individu yang cenderung menentang orang lain. Mereka mempunyai hasrat untuk berprestasi dan mendapatkan pujian.
3.    Detached Individual. Individu-individu yang cenderung menjauhi orang lain. Mereka suka kemandirian, kemerdekaan, kebebasan dari kebajiban.
Carl Jung
Carl Jung pertamanya juga menganut disiplin Freud. Akan tetapi, Jung tidak sepakat terhadap penekanan Freud pada aspek sexual, dan hal inilah yang membuat hubungan teori mereka terpisah. Jung lebih mengembangkan metodenya pada psikoterapi, yang sekarang kita kenal psikologi analitik.
Jung percaya bahwa orang-orang terbentuk melalui pengalaman kumulatif dari generasi sebelumnya. Bagian utama dari perspektif dia adalah penekanan terhadap ketidak sadara kolektif, sebuah gudang memori yang diwariskan dari keturunan kita dulu. Contohnya, Jung berargumen bahwa banyak orang yang takut gelap karena pengalaman dulu mereka yang kurang menyenangkan. Hal tersebut membuat memori menciptakan arketif-arketif, atau pemikiran-pemikiran umumnya dan membentuk pola perilaku. Arketif menyangkut motif-motif, seperti kelahiran, kematian, atau hal-hal yang menakutkan, mitos yang sering didengar, cerita-cerita, dan mimpi-mimpi.
TEORI TRAIT
Trait Theory menggunakan asumsi (1) bahwa semua individu memilik karakter berbeda, (2) karakter tersebut bersifat konsisten dan dapat diukur perbedaanya antara individu yang satu dengan yang lain.
Costa dan McCrae (1992;dalam Walzuch,2001), membagi karakter manusia menjadi 5 yaitu :
1) Extraversion
Manusia memiliki karakter extraversion adalah mereka yang suka berada didunia lain selain dunia mereka. Mereka adalah manusiaekstrovert yang focus pada dunia luar, lebih bersifat social, tidak terlalu peduli dan cepat sekali berubah.
2) Neurotism
Karakter ini ditandai dengan kondisi emosi yang tidak stabil, pesimis dan kepercayaan diri yang rendah.
3) Agreebleness
Manusia yang memiliki karakter ini cenderung berkeyakinan posotif dan menghargai nilai-nilai orang lain, mereka sangat peduli pada norma-norma masyarakat. Manusia dengan karakter ini adalah mereka yang dapat sangat dipercaya.
4) Conscientiousness
Karakter ini ditandai dengan sikap bertanggung jawab, penuh dedikasi, dan dapat dipercaya. Mereka yang berkarakterconscientiousness cenderung mengambil keputusan dengan serius dan sangat hati-hati.
5) Openess to experience
Jika seseorang memiliki karakter ini maka akan nampak pada keterbukaan cara berpikir dan mau menerima konsep-konsep baru. Umumnya mereka akan membuat keputusan yang tidak konservatif.
Mungkin dimensi trait lebih relevan terhadap perilaku konsumen yang memaparkan mengenai motivasi seseorang untuk menghabiskan sesuatu agar dia merasa senang atau fit dalam melawan mengkomsumsi menyatakan perasaan yang unik dari diri mereka tanpa perhatian tentang diterima dalam grup.
BRAND PERSONALITY
Brand personality adalah kumpulan dari atribut trait orang-orang terhadap produk seolah-olah itu adalah seorang manusia. Kebanyakan dari figure yang dikenal dalam budaya yang popular merupakan kerangka karakter terhadap brand yang bertahan lama, seperti Jolly Green Giant, Keebler Elves, atau tuna Charlie.

Penelitian menemukan fakta bahwa :
Ø  Konsumen cenderung menentukan ciri-ciri produk/merek, seakan-akan cirri-ciri itu sifat manusia. Mereka menganimasi setiap produk yang mereka kenal. Inilah yang disebut brand personality.
Ø  Brand personality menciptakan ekspektasi tentang ciri-ciri kunci, kinerja dan kegunaan produk, serta layanan yang mendampinginya.
Ø  Brand personality seringkali menjadi dasar hubungan jangka panjang konsumen dengan merek.
Table 6.2
Perilaku brand dan kemungkinan kesimpulan trait personaliti
Brand Action
Kesimpulan Trait
Reposisi beberapa kali atau perubahan slogan berulang kali.
Tingkah laku tak karuan, schizophrenic.
Penggunaan karakter brand  secara berkesinambungan dalam periklanan.
Familiar, menyenangkan.
Beban brand harga tinggi dan menggunakan distribusi ekslusif
Nilai diri yang tinggi, terlihat canggih.
Frekwensi brand tersedia secara ideal.
Murah, kurang berharga.
Penawaran brand terlalu banyak macam perluasan
Serba guna, mudah disesuaikan.
Sponsor brand menunjukkan penggunaan material daur ulang.
Membantu, mendukung.
Fitur brand mudah digunakan dan di packing atau berbicara pada level konsumen dalam periklanan.
Hangat, mudah ditemukan.
Penawaran brand hanya pada penjualan musiman.
Terencana, praktis.
Penawaran brand bergaransi lima tahun atau bebas layanan pelanggan.
Terpercaya, dapat diandalkan.

GAYA HIDUP DAN PSIKOGRAFIK
Setiap orang memilih produk, pelayanan, dan kegiatan membantu menegaskan keunikan gaya hidup.  
GAYA HIDUP : SIAPA KITA, APA YANG KITA  LAKUKAN
Pada masyarakat tradisional, kelas, kasta, desa atau keluarga pada umumnya mendikte kebebasan komsumsi seseorang. Pada konsumen masyarakat modern, bagaimanapun, orang-orang bebas memilih produk, pelayanan dan aktivitas yang menggambarkan diri mereka sendiri dan pada gilirannya, menciptakan identitas social di antara mereka.  Berdasarkan barang dan pelayanan yang dipilih tentu menimbulkan pendapat tentang siapa dan tipe orang seperti apa dia.
Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang dan energi dan merefleksikan nilai-nilai, rasa, dan kesukaan. Gaya hidup adalah bagaimana seseorang menjalankan apa yang menjadi konsep dirinya yang ditentukan oleh karakteristik individu yang terbangun dan terbentuk sejak lahir dan seiring dengan berlangsungnya interaksi sosial selama mereka menjalani siklus kehidupan.
Konsep gaya hidup konsumen sedikit berbeda dari kepribadian. Gaya hidup terkait dengan bagaimana seseorang hidup, bagaimana menggunakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu mereka. Kepribadian menggambarkan konsumen lebih kepada perspektif internal, yang memperlihatkan karakteristik pola berpikir, perasaan dan persepsi mereka terhadap sesuatu.
Gaya hidup yang diinginkan oleh seseorang mempengaruhi perilaku pembelian yang ada dalam dirinya, dan selanjutnya akan mempengaruhi atau bahkan mengubah gaya hidup individu tersebut.
Berbagai faktor dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang diantaranya demografi, kepribadian, kelas sosial, daur hidup dalam rumah tangga. Kasali (1998) menyampaikan beberapa perubahan demografi Indonesia di masa depan, yaitu penduduk akan lebih terkonsentrasi di perkotaan, usia akan semakin tua, melemahnya pertumbuhan penduduk, berkurangnya orang muda, jumlah anggota keluarga berkurang, pria akan lebih banyak, semakin banyak wanita yang bekerja, penghasilan keluarga meningkat, orang kaya bertambah banyak, dan pulau Jawa tetap terpadat.
PSIKOGRAFIK
Riset mengenai psikografik pertama kali dikembangkan pada tahun 1960-an dan 1970-an untuk membicarakan kekurangan dari dua tipe lainnya dari riset konsumen:  motivational research dan survey kuantitatif research. Motivational research, yang mana menyangkut intensif, satu per satu diwawancara dan dites proyektif, menghasilkan banyak  informasi dari sedikit orang. Seperti yang sudah kita lihat, perhatikan, informasi ini seringkali salah dan mungkin tidak reliable. Sedangkan pada lainnya, survey kuantitatif  research, atau survey skala demografik pada umumnya, hanya menghasilkan sedikit informasi dari banyak orang.  Seperti beberapa riset observasi, “manager marketing yang ingin mengetahu kenapa orang-orang makan  keripik jagung”, 32 persen respondent mengatakan karena rasanya, 21 persen mengatakan karena bumbunya, 15 persen karena teksturnya, 10 persen karena harganya, dan 22 persen tidak menjawab.
Kita dapat menggunakan variable psikografik terhadap segmen konsumen, tetapi mereka semua adalah bagian prinsip mendasar untuk memunculkan karakteristik motivasi konsumen untuk membeli dan menggunakan produk. Demografik akan menggambarkan pada kita mengenai gambaran siap yang membeli, sdangkan psikografik memberitahukan mengapa mereka melakukannya.
Psikografi adalah variabel-variabel yang digunakan untuk mengukur gaya hidup. Bahkan sering kali istilah psikografi dan gaya hidup digunakan secara bergantian. Beberapa variabel psikografi adalah sikap, nilai, aktivitas, minat, opini, dan demografi. Analisis terhadap variabel-variabel psikografis telah banyak membantu pemasar untuk mengelompokkan konsumen berdasarkan kesamaan tertentu. Hal ini akan membantu penetapan strategi pemasaran agar sesuai dengan target konsumen.
Pengukuran psikografi dapat dilakukan dalam tingkat kespesifikan yang berbeda-beda. Pada satu sisi ekstrem terdapat pengukuran yang bersifat umum yang menyangkut cara-cara umum dalam menjalani kehidupan. Pada satu sisi ekstrem lainnya adalah pengukuran terhadap variabel secara spesifik.
Kebanyakan pengukuran yang dilakukan terhadap psikografis menggunakan variabel-variabel sikap, nilai, demografis dan geografis untuk mengelompokkan konsumen berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu. Pengelompokan yang dilakukan terhadap wanita Inggris menurut gaya hidup yang dicerminkan dari kosmetik yang digunakan, tempat membeli, usia serta kelas sosial menghasilkan 6 kelompok konsumen yaitu self aware, fashion-directed, green goodness, conscience-stricken, dan dowdies. Pengelompokan lainnya dikenal dengan sistem VALS (6 kelompok), MONITOR Mindbase Yankelovich (8 kelompok), Analisis Geo-Demographis (PRIZM) (8 kelompok), dan Global Scan (5 kelompok).
Table 6.3
Gaya hidup dan variable kepribadian yang biasa digunakan dalam membedakan pilihan/ preferensi.
Gaya Hidup
Kepribadian
Gaya hidup aktif (sayur mayur)
§  Saya pekerja lapangan.
§  Saya memiliki tubuh yang fit.
§  Saya seorang workcholic
§  Saya seorang aktifis social.
Tanda mental (sup kental)
o   Saya seorang yang intelek.
o   Saya seorang yang modern, sedikit rumit.
o   Saya orang yang kreatif.
o   Saya berorientasi terperinci.
o   Saya seorang yang lucu.
o   Saya sadar akan nutrisi.
Semangat kekeluargaan (mie ayam)
§  Saya orang yang berorientasi pada keluarga.
§  Saya orang yang taat beribadah.
§  Saya orang yang sederhana.
Social (lada)
o   Saya sedang bersenang-senang di pesta.
o   Saya suka keluar.
o   Saya tidak malu.
o   Saya seorang yang spontan.
o   Saya seorang trendsetter.
Orang rumahan (tomat)
§  saya menikmati menghabiskan waktu luang sendirian.
§  Saya adalah orang rumahan.
§  Saya pintar memasak.
§  Saya pecinta binatang.
Atletik (sup krim)
o   Saya seorang yang atletik.
o   Saya orang yang kompetitif.
o   Saya suka berpetualangan.
Dengan beralasan merangsang hiburan (bawang Bombay)
§  Saya seorang ahli teknologi.
§  Saya seorang pengeliling dunia.
§  Saya pecinta buku.
Riang (minestrone)
o   Saya orang yang realistis.
o   Saya seorang penyayang.
o   Saya seorang yang penuh kasih.
o   Saya orang yang optimis.

MELAKUKAN ANALISA PSIKOGRAFIK
Studi psikografik menggunakan beberapa format yang berbeda, yakni :
*      Lifestyle profile menampakkan beberapa item yang berbeda antara pengguna dan non pengguna produk.
*      Product – specific profile mengidentifikasi grup target dan kemudian profil konsumen pada dimensi produk yang relevan.
*      General lifestyle segmentation menempatkan sampel responden pada umumnya ke dalam grup homogeny berdasarkan kesamaan preferensi mereka secara menyeluruh.
*      Product – specific segmentation menyesuaikan pertanyaan sesuai kategori produk.   
AOIs
Kebanyakan dari riset psikografik kontemporer menguji coba grup konsumen ke dalam beberapa kombinasi dari ketiga kategori dari variabel (kegiatan, minat, dan pandangan-pandangan) yang diketahui sebagi AOI. Menggunakan data dari sampel kebanyakan, pemasar menciptakan profile pemakaian produk. (lihat table 6.4, list yang pada umumnya digunakan pada dimensi AOIs)
Table 6.4
Dimensi gaya hidup
Aktivitas
Ketertarikan
Pendapat
Demografik
Kerja
Hobbi
Kegiatan social
Liburan
Hiburan
Anggota klub
Komunitas
Berbelanja
Olahraga
Keluarga
Rumah
Kerjaan
Komunitas
Rekreasi
Fashion
Makanan
Media
Prestasi
Mereka sendiri
Isu social
Politik
Bisnis
Ekonomi
Pendidikan
Produk-produk
Masa depan
Budaya
Usia
Pendidikan
Penghasilan
Pekerjaan/ jabatan
Jumlah keluarga
Tempat tinggal
Geografi
Tempat tinggal (kota)
Taraf kehidupan
Setelah pengguna hebat mengidentifikasi dan mengerti, kita mempertimbangkan brand yang berhuungan dengan mereka. Pengguna hebat mungkin memiliki alas an yang berbeda dalam menggunakan produk; mereka dapat membagi lebih lanjut pada term yang lebih benefit mereka dapatkan.
GEODEMOGRAFI
Geodemografik mengacu pada tekhnik analitis bahwa menggabungkan data pengeluaran konsumen dan factor sosioekonomi lainnya dengan informasi geografik mengenai area dimana orang tersebut tinggal, agar dapat mengindentifikasi konsumen yang memiliki pola konsumsi biasa.   
KESIMPULAN
Konsep dari kepribadian mengacu pada keunikan psikologis individu dan bagaimana  hal tersebut berpengaruh secara konsisten terhadap cara seseorang merespon lingkungan mereka. Strategi pemasaran  berdasarkan pada perbedaan kepribadian yang diperoleh dengan hasil yang bermacam-macam, sebagian dikarenakan dari cara perbedan pada personality traits (karakter kepribadian) yang diukur dan berlakunya untuk konteks komsumsi.  Beberapa pendekatan yang telah dicobakan untuk memahami perbedaan pada sampel kecil dari konsumen dengan menngunakan tekhnik psikologi Freudian dan variasi dari persepsi tersebut, sedangkan percobaan lainnya  menaksir dimensi tersebut lebih objektif pada sampel yang lebih luas dengan menngunakan tekhnik kuantitatif yang lebih canggih.
Gaya hidup konsumen mengacu pada cara mereka memilih menghabiskan waktu dan uang dan bagaimana mereka menilai dan merasakan cerminan pilihan komsumsi mereka. Gaya hidup meneliti tentang mamfaat latar komsumsi masyarakat yang lebih digemari dan juga posisi spesifik produk serta pelayanan yang digunakan pada segmen yang berbeda. Segmen pemasar dengan gaya hidup yang berbeda, seringkali melalui peneglompokan komsumen pada terminoligi kegiatan, ketertarikan dan pendapat mereka terhadap suatu hal.
Tekhnik psikigrafik berusaha untuk mengklasifikasi konsumen pada terminology psikologis, variable subjektif  sebagai tambahan terhadap karakteristik yang nampak (demografik). Variasi sistem, seperti VALS, telah mengembangkan tipe identitas konsumen dan membedakan mereka dalam terminology brand atau produk mereka yang lebih digemari, penggunaan media, kegiatan di waktu luang, dan sikap mereka terhadap issue besar seperti politik dan agama.
Kita mengkaitkan ketetapan hubungan produk dan kegiatan dengan peraturan social untuk membentuk konstalasi komsumsi. Masyarakat seringkali membeli sebuah produk atau jasa layanan karena hal ini berhubungan dengan konstalasi tersebut, pada gilirannya, hal ini berhubungan dengan gaya hidup yang mereka ingin dapatkan. Rangkaian tekhnik geodemografi menagnalisa pola komsumsi menggunakan geografis dan data demografi, dan identitas cluster konsumen yang serupa dengan karakteristik psikografik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar